Tips Menghilangkan Sifat Kekanakan dan Bersikap Lebih Dewasa

4

Semakin bertambah usia, kamu diharapkan dapat bertindak dan beperilaku seperti orang-orang seusiamu pada umumnya. Terlebih untuk kamu yang ingin jadi mahasiswa, telah tidak zamannya lagi, deh, nge-keep karakter yang kekanakan seperti egois dan tidak dapat dikritik!

Namun, apa yang tidak dipahami oleh umumnya abege-tanggung-menjelang-dewasa yaitu kedewasaan bukanlah bermakna nampak demikian saja bersamaan menambahnya umur. Kedewasaan yaitu hal yang dibuat, bukanlah didapat. Dapat berlaku lebih dewasa memerlukan tekad dan usaha diri kamu sendiri untuk berkembang jadi pribadi yang lebih baik.

Untuk menyingkirkan karakter kekanakan dan berlaku lebih dewasa, apakah berarti cewek-cewek harus gunakan make-up dan sepatu hak tinggi kemana saja dan cowok-cowok harus hoby trek-trekan dan “kongkow” sampai subuh?

Tidak, dong, gaes. Kedewasaan bukanlah bermakna kamu bebas mengambil tingkah laku yang kamu anggap umum dilakukan oleh tipikal orang dewasa. Namun, beberapa hal seperti di bawah berikut ini yang bisa menyingkirkan karakter kekanakan kamu dan bikin kamu dapat berlaku lebih dewasa.

1. Tingkatkan kecerdasan emosional

Seperti yang telah pernah Youthmanual ulas, kecerdasan emosional yang mumpuni yaitu cerminan kematangan mental dan kedewasaan seorang. Hal tersebut yang bikin kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan kecerdasan otak.

Cerdas dalam soal emosional bermakna kamu memahami benar bagaimana caranya mengatur dan meletakkan emosi pada kondisi dan keadaan tertentu. Individu yang memiliki cara berpikir dewasa dan bersikap dewasa itu sangat rasional, dan emosinya tidak meledak-ledak, gaes! Maka dari itu, tekuni bagaimana caranya tingkatkan kecerdasan emosional mulai sejak awal disini.

2. Sensitif pada sekitar

Tidak sensitif dan cuek bebek pada hal apapun yang terjadi di sekelilingnya yaitu ciri seorang yang masih tetap kekanakan. Apabila dibiasakan, karakter seperti berikut ini yang dapat bikin kamu jadi bermental tempe!

Mulai saat ini, teraturlah untuk lebih buka diri dan menyimpan perhatian pada sekitar. Buka bermakna kamu harus kepo-kepo berlebihan dan mau tahu segalanya yang bahkan juga bukanlah masalah kamu, lho, ya. Sensitif bermakna perduli pada kondisi ataupun perasaan orang lain dan dapat memberi reaksi yang baik dan considerable dalam menghadapai semua suatu hal.

3. Selalu memikirkan sebelumnya bertindak

Jadi anak muda, kita memahami, kok, bila kamu itu sangat spontan dan impulsif. Umumnya tingkah laku, aksi bahkan juga perkataan kamu adalah hasil pemikiran yang tergesa-gesa dan atas basic beberapa cobalah. Young souls are fool and reckless!

Pola tingkah laku seperti ini memang sama dengan kehidupan anak muda yang fun, namun bila kamu ingin terlihat jadi anak muda yang berpola fikir dewasa, coba untuk memikirkan dulu sebelumnya memutuskan dalam melakukan tindakan maupun bicara. Kamu akan terlepas dari kesempatan kondisi berisiko dan dapat belajar dari kekeliruan dengan cepat.

4. Memperbanyak memohon saran

Serius, deh, orang yang kekanakan itu paling tidak dapat dibantah, terlebih terima kritikan. Mereka sangat defensif pada opini orang lain pada mereka atau apapun yang bertentangan dengan pemikiran mereka, dan selalu merasa merekalah yang paling benar. Yang berani kasih kritik, mending ke laut saja, deh!

Bila kamu ingin dapat berlaku lebih dewasa, selekasnya tinggalkan karakter satu, ini, ya, sob! Sebaliknya, sering-seringlah memohon feedback pada hal apapun yang kamu kerjakan. Dengan dengarkan anjuran dan kritikan yang bangun yang didapatkan orang lain pada kamu, kamu dapat berkembang jadi lebih baik dan berkesan tidak self-centered di mata mereka.

5. Tanggung jawab!

Kata satu ini tentunya seringkali kamu dengar dari kecil. Bahkan juga di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, rasa tanggung jawab miliki bab sendiri yang selalu kamu tekuni selama enam tahun berturut-turut, lho.

Tanggung jawab dipelajari mulai sejak kecil agar kamu dapat tumbuh jadi individu yang layak dihormati ketika tumbuh besar kelak. Pasalnya, kamu dapat diangap jadi orang yang dewasa ketika kamu dapat bertanggungjawab pada apa yang kamu kerjakan, bukanlah lempar batu sembunyi tangan—apalagi sampai menyalahkan orang lain atas kekeliruan yang kamu perbuat!

6. Hadapi ketakutan paling besar kamu

Takut dengan suatu hal memang hal yang wajar. Namun, orang yang dewasa dapat hadapi ketakutannya tanpa ada harus merepotkan orang lain. Ingin sampai kapan kamu berlindung dibawah ketiak ibu kamu?

Dasarnya, ketika beranjak dewasa, kamu harus dapat melakukan hidup mandiri karena orang lain juga miliki kesibukannya semasing selain ngurusin kamu. Bila kamu takut ngomong public speaking, cobalah lakukan membawa presentasi sendiri di bangku kuliah. Bila kamu takut tidak berhasil, cobalah lakukan janganlah menyerah sebelumnya coba. Face your fear!

7. Susun #lifegoals

Inilah, nih, yang paling membedakan orang yang masih tetap kekanak-kanakan dengan orang yang telah dapat memikirkan dewasa. Yang kekanakan masih tetap memiliki gagasan hari esok yang masih tetap absurd, sedang yang dewasa telah miliki #lifegoals yang pasti!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s