Keselamatan Kerja Las Listrik, Asetilin, dan lain-lain

Image result for Kerja Las ListrikTeori keselamatan kerja las, maka yang perlu di perhatikan yaitu keselamatan kerja pada juru las, keselamatan pada lingkungan, keselamatan pada mesin las serta keselamatan pada peralatan lainnya.

Untuk mendukung keselamatan kerja, yg tidak kalah pentingnya juga selalu untuk memerhatikan alat-alat keselamatan kerja las yang harus disiapkan dan nanti dipakai ketika bekerja, di mana alat-alat keselamatan kerja ini pengadaannya dapat sesuai dengan keperluan pekerjaan las yang akan dilakukan.

Baik, akan kita mulai ikuti materi keselamatan kerja lasnya. Lumayan komplit meskipun tidak betul-betul komplit, karena beberapa buku pegangan semasa sekolah/kuliah dahulu yang berkaitan dengan hal semacam ini telah tak ada lagi tak tahu kemana, bahkan juga materi yang ditulis ini pun hanya saya peroleh dari Tips Sistem Produksi pada laboratorium tehnik produksi.

A. Keselamatan Pada Juru Las

Bahaya yang mungkin dapat terjadi pada juru las yaitu karena cahaya dan cahaya las, karena panas busur listrik pada saat melakukan pengelasan, serta karena gas dari arus listrik, pelindung dari asap las, debu, dan gas.

1. Karena cahaya dan sinar

Pada sistem pengelasan terlebih pada las listrik, pastinya akan muncul cahaya dan cahaya yang bisa membahayakan juru las atau pekerja yang lain yang ada di sekitar pengelasan, yakni : cahaya inframerah, cahaya ultraviolet, dan cahaya terlihat.

Cahaya Inframerah. Ada cahaya tidak selekasnya terasa oleh mata, karena itu hal semacam itu lebih beresiko karena tidak di ketahui, tidak terlihat, dan tidak terasa. Pengaruhnya pada mata sama juga dengan dampak panas yang mengakibatkan pembengkakan pada kelopak mata dan terjadi penyakit kornea, prebiopia yang terlalu awal dari kerabunan.

Cahaya Ultraviolet. Cahaya ultraviolet sesungguhnya pancaran cahaya yang mudah terserap dan memiliki dampak besar pada reaksi kimia yang terjadi pada badan. Apabila cahaya itu terserap oleh lensa dan kornea mata manusia melebihi jumlah tertentu, maka pada mata akan terasa ada benda-benda asing di dalamnya, kurun waktu 6-12 jam lalu mata akan jadi sakit selama 6-34 jam, dan lalu akan hilang sakitnya setelah 48 jam.

Cahaya Terlihat. Semua cahaya terlihat yang masuk ke mata, akan diteruskan oleh lensa mata dan kornea mata ke retina mata. Apabila cahaya yang masuk terlalu kuat, mata akan jadi capek dan sakit, namun hanya berbentuk sesaat.

Pelindungnya :

Untuk melindungi atau membuat perlindungan mata, maka harus memakai kacamata las/topeng las/helm las yang perlu dapat turunkan kemampuan pancaran cahaya terlihat, serta harus dapat mengisap atau membuat perlindungan cahaya ultra violet dan cahaya infra merah.

Hal yang perlu di perhatikan dalam memilih kacamata :

  • Kaca dari kacamata las harus berwarna gelap.
  • Harus memiliki daya penerus yang tepat pada cahaya terlihat.
  • Harus dapat menahan cahaya dan cahaya yang beresiko.
  • Harus memiliki beberapa karakter yg tidak melelahkan mata.
  • Harus tahan lama dan memiliki karakter tidak mudah berubah
  • Harus memberi rasa nyaman pada pengguna.

2. Karena panas busur listrik waktu mengelas

Juru las harus membuat perlindungan diri dari munculnya panas dan loncatan busur api yang tidak pasti arah, yang apabila terserang kulit dapat menyebabkan luka bakar dan munculnya kebakaran pada baju. Untuk melindungi agar terlepas dari busur api, maka juru las memakai baju las yang tahan pada panas (apron), serta melindungi baju kerja yang terlepas dari minyak atau gemuk.

  • Karena percikan terak. Memerlukan pembersih terak untuk tahu buruk baiknya hasil pengelasan. Waktu bersihkan, perlu sekali melindungi terak agar tidaklah sampai terloncat ke mata.
  • Karena arus listrik. Banyak juru las atau pekerja yang lain alami kecelakaan disebabkan arus listrik, bahkan juga sampai tewas. Terkadang dengan surprise kecil, misalnya : apabila orang terperanjat lalu jatuh dari tempat yang tinggi. Peluang surprise listrik dapat dikarenakan oleh sentuhan pada tubuh dengan elektroda atau pemegang elektroda dari mesin las yg tidak terbeban (tidak dipakai), bahkan juga ada yang tersenggol oleh kabel penghubung yang alami rusaknya isolator.

Sifat arus yang dipakai :

  • Arus 1 MA hanya menyebabkan surprise yang kecil dan tidak membahayakan.
  • Arus 5 MA akan memberi stimulasi yang cukup tinggi pada otot dan menyebabkan rasa sakit.
  • Arus 10 MA akan mengakibatkan rasa sakit yang hebat.
  • Arus 20 MA akan mengakibatkan terjadinya pengerutan pada otot, hingga orang tidak bisa melepas dianya tanpa ada pertolongan orang lain.
  • Arus 50 MA sangatlah beresiko.
  • Arus 100 MA akan mengakibatkan kematian.

Beberapa langkah penanggulangan :

  • Harus memakai sarung tangan (welding gloves), sepatu safety yang berisolator, dan baju kerja (apron). Apabila tubuh berkeringat tidak ada perlindungan, kita harus berhenti dan mengeringkannya terlebih dulu untuk hindari ada jalinan segera dengan tubuh.
  • Harus memakai kabel dan pegangan yang prima.
  • Pemegang elektroda harus ditempatkan pada tempat yang berisolator atau digantung apabila tengah tidak digunakan.
  • Pergantian elektroda harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Dalam kondisi istirahat, mesin las harus dimatikan.

3. Karena asap las, debu, dan gas

Dalam hal semacam ini, sering seseorang juru las meremehkan pernapasannya, lebih-lebih didalam ruangan. Dengan hawa yang dihisap (memiliki kandungan debu, gas, dan asap las), maka kurun waktu yg tidak lama juru las akan menanggung derita sakit pernapasan. Untuk kurangi beberapa hal itu memerlukan ventilasi atau memakai pelindung pernapasan.

Syarat pelindung pernapasan :

  • Memiliki daya tampung yang tinggi.
  • Sesuai sama bentuk muka.
  • Tidak menggangu pernapasan.
  • Kuat, enteng, dan mudah perawatannya.

B. Keselamatan Pada Lingkungan

Untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan pada lingkungan, misalnya saja bahaya ledakan dan kebakaran, maka memerlukan penanggulangan.

  1. Apabila mengelas tangki, sebelum dilas harus lebih dulu dibersihkan dari beberapa zat yang mudah terbakar.
  2. Untuk menghindar terjadinya kebakaran, janganlah mengelas ditempat yang banyak zat yang mudah terbakar.

C. Keselamatan pada mesin las dan peralatannya

  • Letakkan mesin las jauh dari hawa yang basah.
  • Lakukan janganlah melebihi kekuatan mesin las agar dapat tahan lama.
  • Pakai kabel penghubung dengan ukuran yang sesuai.
  • Gunakan alat-alat bantu yang sesuai sama manfaatnya.

Perlindungan umum :

  • Gunakan tabir, apabila terlalu banyak juru las yang bekerja disuatu ruangan.
  • Bila pengelasan dilakukan pada ruangan yang berdinding, sebaiknya dicat dengan beberapa zat yang dapat menyerap bebrapa cahaya las.
  • Gunakan alas seperti sepatu safety boot agar kaki anda selalu terlindungi.
  • Diwaktu hujan, badai, atau angin kencang, mengelas di hawa terbuka sangat dilarang, terkecuali ada persediaan yang penting untuk menyingkirkan bebrapa dampak yang jelek itu.

Keselamatan Kerja Las dan Mencegah Kecelakaan

  • Hindari bahaya kebakaran, jauhkan beberapa bahan yang mudah terbakar.
  • Check sambungan agar tidak bocor, pakai air sabun untuk mengeceknya, janganlah sekali-kali memakai api.
  • Pada saat buka atau tutup kran tabung, tangan harus bebas dari minyak.
  • Dilarang buka kran tabung lewat cara dihentakkan.
  • Gunakan kunci tabung yang khusus, janganlah disambung dengan yang lain.
  • Biarkan kunci tabung pada posisi di mana ia di buka, terutama pada tabung acetylene.
  • Janganlah berdiri di depan regulator ketika buka katup, berdirilah di segi lain.
  • Katup tabung baiknya di buka 1/2 kali putaran.
  • Pakai desakan kerja yang sesuai untuk pengelasan yang disebut.
  • Tutup kembali katup-katup tabung apabila sudah usai, berikan sinyal untuk tabung yang telah kosong.
  • Dilarang meletakkan tabung dekat dengan sumber panas api, matahari, atau yang lain.
  • Tabung diletakkan pada troli atau disandarkan ke dinding dan harus diikat erat.
  • Jauhkan benda-benda keras yang bisa menimpa tabung.
  • Saat memindahkan tabung gas, tutup pengamannya harus dipasang, dan posisi tabung harus direbahkan.
  • Gunakanlah alat-alat pengaman operator (kacamata, sarung tangan, pakaian pelindung, dan sepatu kulit yang baik).
  • Jauhi peluang ada bahaya ledakan akibat terjadinya kontak dengan minyak.
  • Baju harus bersih dari minyak dan pelumas.
  • Alat-alat, kran, manometer, dan pipa gas yang rusak janganlah digunakan.
  • Dilarang melilitkan pipa gas pada tubuh di saat mengelas.
  • Janganlah dibiarkan brander menyala bila tidak dipakai.
  • Brander tidak bisa digunakan untuk memukul suatu hal.
  • Panjang dari selang harus diperhitungkan, janganlah terlalu panjang atau pendek.
  • Janganlah memakai selang yang rusak/tua.
  • Hindari selang gas dari percikan api.
  • Selang gas tidak bisa berada melintang ditempat jalan.
  • Selang tidak bisa diikat untuk menstop/hentikan gas meskipun untuk sesaat.
  • Upayakan ventilasi hawa dapat jalan dengan baik.
  • Hati-hati dengan gas beracun yang muncul ketika mengelas.
  • Janganlah memakai perlengkapan yang memakai bahan dari kayu.
  • Siapkan selalu alat pemadam kebakaran.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s