Energi Alternatif: Biomass atau Biomess?

Pasca-Revolusi Industri, kehidupan manusia tak akan sama. Tenaga-tenaga manusia dan hewan mulai digantikan oleh tenaga mekanis yang berbasiskan manufaktur. Hal semacam ini pasti memberi efek yang luas di bagian ekonomi. Semua segi kehidupan manusia saat ini dipengaruhi oleh momen besar yang bernama revolusi industri itu.

Mengutip Robert Emerson Lucas, “Untuk pertama kalinya dalam histori, standard hidup rakyat umum alami perkembangan yang berkepanjangan. Tingkah laku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya “.

Sayangnya sejak itu juga lingkungan selalu alami degradasi kwalitas. Bahan bakar fosil yang dari pertama saat revolusi industri dipakai untuk menggerakkan mesin-mesin basis produksi, bahkan juga sampai saat ini, dapat dibuktikan memberi efek yang membahayakan untuk lingkungan.

Bersamaan dengan perkembangan keilmuan dan tehnologi manusia, bahaya yang meneror lingkungan ini mulai di perhatikan dan dicarikan pemecahannya. Salah satu jalan keluar yang pernah mencuat yaitu Biomass.

Biomass yaitu material biologis yang datang dari makhluk hidup. Jadi, biomass tidak terbatas pada tanaman saja, namun dapat juga datang dari hewan. Material biomass intinya yaitu atom karbon dengan gabungan hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sedikit atom lain dari kelompok alkali dan alkali tanah.

“Material biomass intinya yaitu atom karbon dengan gabungan hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sedikit atom lain dari kelompok alkali dan alkali tanah”

Dengan atom karbon sebagai penyusun intinya, sejatinya biomass tidak jauh tidak sama dibanding bahan bakar fosil yang juga datang dari makhluk hidup. Bedanya hanya permasalahan taraf waktu.

Biomass (tanaman), akan menyerap karbon di atmosfer bersamaan pertumbuhannya dan akan kembali melepas karbon sebagai sistem fotosintesis.

Saat tanaman itu mati atau dikonsumsi oleh hewan yang lalu akan mati, atom karbon itu akan dikembalikan ke atmosfer setelah terlebih dulu diuraikan. Hingga karbon akan bebas kembali dan bias diserap lagi oleh tanaman untuk bertumbuh. Sistem ini yaitu hal yang wajar terjadi dan dimaksud siklus karbon.

Sesaat, bahan bakar fosil dalam prosesnya tidak menyerap karbon. Karbon yang tersimpan di dalamnya adalah hasil dari siklus terdahulu yang belum terlepas ke atmosfer, dan ketika bahan bakar itu dipakai lepaslah karbon itu ke atmosfer berbentuk karbon dioksida hingga jumlah karbon dioksida di atmosfer jadi makin banyak dan mengakibatkan efek rumah kaca.

Jadi, maksud pemakaian biomass pada intinya yaitu untuk kembalikan siklus karbon kembali pada kondisi setimbang. Biomass yang sudah di proses dan digunakan sebagai bahan bakar dimaksud biofuels.

Pada umumnya, biomass dapat dirubah segera jadi dua type biofuel, yakni Ethanol dan Biodiesel. Etanol yaitu alkohol, sama dengan bir dan wine, namun dimodifikasi sedemikian rupa hingga tidak sangat mungkin untuk diminum.

Biasanya, Etanol di buat melalui sistem fermentasi dari biomass yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Dahulu, Etanol di buat dengan bahan bahan baku berbentuk kanji dan gula. Tetapi, tehnologi saat ini sudah sangat mungkin pembuatan Etanol dari fermentasi selulosa dan hemiselulosa.

Etanol dapat juga didapat melalui sistem gasifikasi. Sistem ini memerlukan keadaan dengan temperatur yang tinggi dan rendah kandungan oksigen. Biomass yang diolah dengan dengan sistem gasifikasi akan beralih jadi gas sintesis, kombinasi dari Hidrogen dan Karbon Monoksida.

Kombinasi itu akan diolah selanjutnya dengan cara kimia untuk dirubah jadi Etanol. Biasanya Etanol sebagai kombinasi bensin. Selain tingkatkan nilai oktan, Etanol dapat juga kurangi emisi Karbon Monoksida.

Sesaat Biodiesel di buat lewat cara mencampurkan alkohol (biasanya Metanol), dengan bahan lain seperti minyak sayur dan lemak hewan. Sama dengan Etanol, Biodiesel dapat juga kurangi emisi Karbon Dioksida.

Penelitian tentang Biofuel selalu diperkembang. Th. 2015 lalu, National Renewable Energy Laboratory (NREL) tengah meningkatkan tehnologi untuk memproses Alga jadi Biofuel.

Biomass memang memiliki banyak kelebihan dan terlihat menjanjikan untuk diperkembang dan jadi sumber energi yang baru. Banyak keuntungan-keuntungan yang didapat dengan memakai Biomass untuk bikin Biofuel alih-alih memakai bahan bakar fosil. Diantara keuntungan-keuntungan pemakaian Biomass yaitu :

  1. Emisinya tidak beresiko. Energi dari Biomass tidak membuahkan emisi berbentuk gas karbon dioksida yang beresiko untuk lingkungan berkaitan dengan pemanasan global. Semua sumber energi, saat ini sudah diusahakan tidak untuk mengahasilkan emisi karbon dioksida dengan jumlah yang membahayakan. Dengan Biomass, emisi karbon dioksida yang ada sekalipun tidak beresiko karena adalah bagian dari suatu siklus alami.
  2. Berlimpah dan paling barukan. Karena sumber utama dari Biofuel yaitu Biomass yang datang dari makhluk hidup, dan karena kehidupan itu adalah siklus yang selalu berputar, bahan baku Biomass punya potensi akan tidak habis. Selama ada kehidupan Biofuel dapat dibuat.
  3. Melepas ketergantungan berbahan bakar fosil. Telah jamak di ketahui kalau bahan bakar fosil tidak ramah lingkungan. Tetapi, keperluan manusia akan energi bikin manusia tidak dapat dan merta meninggalkan pemakaian bahan bakar fosil karena belum ada bahan bakar lain yang diperkembang dengan baik untuk menukar peran bahan bakar fosil. Dengan biomass diinginkan ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat dikurangi.
  4. Kurangi emisi metana. Sudah saya kemukakan bagaimana bidang peternakan jadi penyumbang utama polusi hawa karena gas metana yang dibuat oleh beberapa ternak. Dengan dikembangkannya Biofuel, pengurangan emisi metana ke hawa bukanlah saja dapat dilakukan, bahkan juga lebih jauh lagi metana yang beresiko dapat jadikan sumber energi yang lain yakni Biofuel.

Dengan beragam kelebihan itu, tidak mengherankan bila Biomass pernah jadi primadona dalam dunia energi. Tetapi saya yakin kalau setiap kelebihan dari suatu tehnologi menaruh potensi beresiko dibaliknya bila tidak di keadaankan dengan baik. Kerugian-kerugian pemakaian Biomass salah satunya :

  1. Mahal. Karena teknologinya relatif baru, pemrosesan Biomass masihlah mahal. Diluar itu biaya untuk ‘mengurusi’ makhuk hidup akan jauh semakin besar dari pada biaya untuk mengurusi mesin. Diluar itu diperlukan bahan bakar yang lebih banyak juga.
  2. Kurang efektif. Biofuel yang murni yang ada didunia saat ini belum memiliki efisiensi yang lebih tinggi, bahkan juga jauh dibawah bahan bakar fosil. Perlu digabung dengan bahan bakar fosil agar Biofuel dapat jalan baik.
  3. Polusi hawa. Memang dengan Biofuel emisi karbon dioksida dapat ditekan, namun dengan dikembangkannya Biofuel, potensi emisi gas metana juga makin besar. Meskipun dapat digunakan sebagai bahan baku Biofuel, pastinya akan ada gas metana yang dilepaskan sehigga mungkin saja beresiko pada lingkungan. Diluar itu bau yang dibuat akan punya potensi mengundang hama lain.
  4. Perlu banyak tanah. Karena sumber intinya dari makhluk hidup terlebih tanaman, maka akan diperlukan tempat luas yang siap dibakar kapanpun untuk pengolahahan Biomass hingga tempat terseut harus dijauhkan dari permukiman.

Menurut pendapat pribadi saya, dengan lihat masihlah mahalnya tehnologi dan rendahnya efisiensi, Biofuel belum akan menukar bahan bakar fosil sebagai bahan bakar utama.

Bukanlah bermakna tidak punya potensi, malah potensi yang terlihat di biomass harus diperkembang agar dapat dibuat tehnologi yang relatif murah tetapi memiliki efisiensi tinggi.

Tetapi sekali lagi, pengembangan dari bagian sains dan tehnologi harus juga diintegrasikan dengan disiplin keilmuan yang lain seperti ekologi. Jangan pernah pengembangan biomass yang datang dari alam malah mengakibatkan kerusakan alam.

Diluar dari semua kontroversi tentang manfaat dan ancaman Biomass ada sebuah fenomena mengenai Biomass yang pernah saya baca. Masalah yang saya maksud yaitu yang diangkat oleh salah satu organisasi lingkungan yakni tentang permasalahan aplikasi tehnologi Biomass di Kanada pada lingkungan.

Kenyataannya manusia belum betul-betul siap dalam pemakaian Biomass. Batas-batas aman didobrak. Sejak izin untuk penebangan atas nama Biomass diberikan, ekspor kayu Kanada ke Eropa bertambah 800% dalam periode waktu kurang dari 8 th.. Mengakibatkan deforestasi besar besaran di Kanada.

Klaim pendukung Biomass yang menyebutkan kalau Biomass akan tidak mengganggu keseimbangan alam karena hanya memakai limbah rimba nyatanya tidak dapat dibuktikan dalam masalah Kanada.

Keinginan pasar ‘memaksa’ ada penebangan rimba untuk bahan baku Biomass. Klaim kalau Biomasssustainable karena hanya memakai limbah kayu jadi dapat dipertanyakan.

Selain nyatanya keperluan Biomass nyatanya bukan sekedar di ambil dari limbah kayu, nyatanya yang dimaksud ‘hanya limbah’ sesungguhnya juga memiliki peran dalam siklus kehidupan tanaman.

‘Limbah’ kayu di rimba memiliki peran yang penting dalam menyuburkan dan tingkatkan produktivitas tanah dan melindungi biodiversitas. Bila limbah itu di ambil, suatu siklus kehidupan tanaman di rimba pasti akan terganggu.

Diluar itu, meskipun pembakaran Biomass relatif bersih, namun pada sistem membuatnya dilepaskan beberapa bahan yang ‘tidak bersih’ dan beresiko seperti timah, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Masihlah menurut laporan investigasi dari organisasi yang sama, pada 2008 hanya 3, 4% energi di Kanada yang datang dari Biomass, namun jumlah itu harus dibayar dengan 47 mtr. kubik Biomass yang di ambil dari rimba semua Kanada.

Untuk tingkatkan peran energi biomass sampai 15% dari energi keseluruhan nasional Kanada, harus dibayar dengan penebangan rimba seluas 147 juta kubik. Jumlah yang sangat besar untuk 15% energi.

“Untuk tingkatkan peran energi biomass sampai 15% dari energi keseluruhan nasional Kanada, harus dibayar dengan penebangan rimba seluas 147 juta kubik”

Bila bekerja dengan efisiensi 100% (yang sebenarnya tidak mungkin), sebuah power plant berbasiskan biomass akan memerlukan 470. 000 ton biomass per th..

Jumlah yang sama juga dengan penebangan rimba seluas 10 lapangan bola /hari. Di bidang transportasi, diperlukan 560. 000 pohon harus ditebang sehari-harinya untuk penuhi keperluan bahan bakar biofuel (E85).

Dari data yang dikumpulkan organisasi itu, rasa-rasanya perlu dilihat kembali berkaitan pemakaian biomass sebagai sumber energi alternatif yang utama. Sekurang-kurangnya perlu diperkembang lebih jauh tentang teknologinya, bagaimana membuahkan bahan bakar yang tambah lebih efisien di banding bahan bakar fosil.

Juga perlu dikaji lebih dalam tentang efeknya pada lingkungan dengan cara luas dan periode panjang. Apakah dengan menebang rimba untuk penuhi keperluan energi adalah suatu langkah yang baik? Karena, walau sebagian keunggulan biofuel dibanding bahan bakar fosil selalu digembar gemborkan, kenyataan di lapangan bicara sebaliknya.

Keunggulan-kelebihan itu hanya tercatat di atas kertas. Biomass yang dijagokan akan jadi sumber energi baru pengganti minyak bumi dan diklaim lebih ramah lingkungan malah semakin tidak ramah pada bumi seisinya.

Bila kondisinya demikian, sikap saya pada biomass telah terang, yakni tidak mensupport pemakaian biomass sebagai sumber energi alternatif sebelumnya diketemukan pengembangan tehnologi yang sangat mungkin untuk pemakaian biomass sebagai sumber energi tanpa ada mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Untuk saya, terlalu sombong dan tidak layak bila untuk penuhi keperluan dayanya, manusia menghancurkan kehidupan makhluk yang lain dan mengakibatkan kerusakan keseimbangan alam. Rencanakan liburan akhir tahun anda hanya dengan guide jakarta indonesia.

Tetapi, saya tetaplah mensupport diadakannya bebrapa penelitian manfaat mencari sumber energi alternatif yang betul-betul ramah lingkungan. Bila memang suatu saat diketemukan tehnologi yang sangat mungkin pemakaian biomass tanpa ada mengakibatkan kerusakan lingkungan, bukanlah mustahil saya akan mendukungnya.

Karena, bila memaksakan pemakaian biomass tanpa ada dibarengi tehnologi yang benar benar ramah lingkungan bukanlah mustahil biomass malah akan beralih jadi biomess.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s